Minggu, 27 November 2016

BAHAYA DOSA MENGANCAM KITA Bahan Evaluasi & Instropeksi


Kita semua, Saya dan Anda, sadar bahwa kita ini hanyalah manusia biasa. Yang penuh dengan segala kekurangan dan cela. Tempat salah dan alpa. Sering lalai dan lupa. Tidak jarang akhirnya terjatuh ke dalam dosa, dengan berbagai jenis dan macamnya. Dosa pada lisan, tangan, anggota badan, hati, mata maupun telinga. Monggo, mau diakui atau tidak, demikianlah keadaan kita semua.
Oleh karena itu benarlah sabda Nabi,
كُلُّ بَنِيْ آدَمَ خَطَّاءٌ
“Setiap manusia itu banyak berbuat salah.”
Namun, kekurangan tersebut bukan sebagai alasan bagi kita untuk bermudah-mudahan terjatuh ke dalam dosa, atau kembali mengulanginya. Bukan pula mendorong kita untuk meremehkan sebuah dosa. Tidak. Justru, karena segala kekurangan tersebut kita harus selalu siaga dan waspada. Kekurangan tersebut menuntut kita untuk banyak-banyak bertobat kepada Allah. Makanya, dalam lanjutan hadits di atas, Rasulullah bersabda,
وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ
“Sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang banyak bertobat.” (HR. at-Tirmidzi, no 2499 dan Ibnu Majah no 4251)
Pembaca buletin al-Ilmu rahimakumullah, setan tidak pernah berhenti menggoda kita. Ia tidak pernah rela bila kita istiqamah di atas agama. Siang-malam setan berupaya agar kita jatuh dalam kemaksiatan kepada-Nya. Bagaimanapun caranya, apapun jalannya, ia terus menghalangi kita dari jalan tobat. Sehingga, wajar bila seolah-olah berat rasanya untuk bertobat meninggalkan dosa. Namun, percayalah selama kita mau berusaha dan mencoba, Allah akan membuka pintu tobat-Nya. Kuncinya adalah berupaya dan berdoa. Maka, dalam ruang singkat buletin tercinta ini, kami mengetengahkan tema, “Bahaya Dosa Mengancam Kita.” Tujuannya agar kita waspada terhadap dosa. Bilamana seseorang sadar bahwa dosa itu berbahaya bagi dirinya, niscaya ia akan meninggalkannya. Demikian pula dengan dosa, ia ibarat makanan beracun yang berbahaya bagi tubuh. Tentu ia akan menghindari makanan tersebut bukan? Langsung saja, berikut ini beberapa bahaya dosa, semoga kita diberi taufik oleh Allah untuk bisa memahaminya. Amin ya Rabbal ‘alamin.
• Dosa penyebab turunnya siksa
Allah berfirman (yang artinya),
Dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezhaliman.” (QS. al-Qashash: 59)
Siksa tersebut bisa berbentuk bencana alam, seperti tsunami, banjir bandang, tanah longsor, gempa bumi, gunung meletus, kekeringan, paceklil. Bisa pula berbentuk stabilitas keamanan yang terganggu, seperti banyaknya pencurian, perampokan, begal, penjambretan dan lain-lain. Pada masa Umar bin al-Khaththab pernah terjadi gempa bumi. Beliau  kemudian berkata, “Wahai manusia, tidaklah gempa bumi ini terjadi melainkan karena perbuatan dosa yang telah kalian kerjakan.”
• Dosa menghalangi ilmu
Ilmu adalah cahaya yang Allah berikan pada hati seorang hamba. Cahaya tersebut akan padam dengan sebab dosa. Dikisahkan bahwa Imam asy-Syafi’i pernah belajar kepada Imam Malik. Maka, Imam Malik dibuat kagum dan terpana dengan tingginya kecerdasan dan kesempurnaan pemahamannya. Lalu Imam Malik berpesan, “Sesungguhnya aku melihat bahwa Allah telah memberikan cahaya di dalam hatimu. Janganlah engkau padamkan cahaya tersebut dengan kegelapan maksiat.” Ketika ilmu telah terhalangi dari seorang hamba, padahal ilmu adalah kunci kebaikan baginya, maka ia akan sulit untuk berbuat kebaikan. Yang terbuka baginya justru pintu kejelekan. Na’udzubillah.
• Dosa menghalangi rezeki
Allah berfirman (artinya),
Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. ath-Thalaq: 2-3)
Dari ayat ini dipahami bahwa takwa akan mendatangkan rezeki. Sebaliknya, maksiat dan dosa (lawan dari takwa) akan menghalangi rezeki. Namun perlu diketahui, rezeki itu tidak mesti berupa harta. Rezeki itu lebih luas daripada sekedar harta benda, seperti ketenangan jiwa dan keharmonisan rumah tangga. Bisa jadi seseorang memiliki harta banyak, akan tetapi jiwanya tidak tenang, rumah tangganya berantakan.
• Berbagai Urusan Menjadi Sulit
Setiap orang pasti memiliki masalah. Dan semuanya ingin ia keluar dari masalah tersebut. Namun, manakala ia berbuat dosa, jalan keluar tersebut akan sulit ditemukan. Hal ini bisa dipahami dari firman Allah (artinya),
Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, Dia akan memberikan jalan keluar baginya.” (QS. ath-Thalaq: 2-3)
Artinya, tatkala ia melakukan perbuatan yang berlawanan dengan takwa maka jalan keluar itu akan tertutup baginya.
• Dosa melemahkan hati dan badan
Orang yang hanyut dalam dosa, hatinya akan lemah. Lalu hati tersebut menjadi sakit. Jika tidak segera diobati, ia akan mati. Jika hati sudah mati, maka akan merembet pada badan. Badan pun menjadi lemah. Lemah untuk beribadah dan taat kepada Allah. Walaupun terkadang fisik terlihat kuat, namun sebenarnya ia rapuh. Anda bisa melihat kondisi tentara Persia dan Romawi. Badan mereka tegap. Tetapi ternyata lemah. Sebab, hati mereka kering dari keimanan kepada Allah. Maka, dengan mudah mereka bisa dikalahkan oleh para sahabat Nabi. Sebaliknya, jika orang jauh dari dosa. Sekalipun lemah fisiknya, tetapi sebenarnya ia kuat. Satu contoh, sahabat Abdullah bin Umi Maktum. Dengan kekurangan fisik yang ia miliki, buta mata, namun ia kuat. Tidak pernah ia tertinggal dari shalat Subuh berjamaah. Sebab, dialah yang mengumandangkan azan fajar. Bandingkan dengan kita! Allah beri kesempurnaan fisik, namun ternyata tidak jarang kita terlewatkan dari shalat Subuh di masjid. Kenapa begitu? Anda lebih tahu jawabannya.
Sahabat buta, Abdullah bin Umi Maktum, juga dipercaya oleh Rasulullah untuk memegang urusan kota Madinah ketika ditinggal perang oleh Rasulullah dan para sahabatnya. Bayangkan! Ibukota negara, pusat pemerintahan Islam, dipegang oleh seorang yang buta. Ia yang bertanggung-jawab atas keselamatan para wanita, anak-anak dan orang tua. Yang lebih menakjubkan, Abdullah bin Umi Maktum wafat di medan jihad. Dia pernah membawa panji perang Rasulullah. Ia mempertahankan panji tersebut sekalipun kedua tangannya buntung terkena sabetan pedang musuh. Hingga akhirnya gugur sebagai syahid, insya Allah. Lihatlah dengan jauh dari dosa, segala keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang.
• Menyeret pada dosa berikutnya
Efek ini sangat berbahaya. Dosa akan melahirkan dosa yang serupa, atau menyeret pada dosa berikutnya. Sehingga, seorang hamba sulit untuk keluar dari kobangan dosa, bila ia tidak segera bertobat darinya. Dituturkan oleh ulama, “Di antara hukuman kejelekan adalah kejelekan berikutnya.” Ibarat candu, maksiat itu akan menuntun kepada maksiat berikutnya. Seorang penyair berkata,
وَكَأْسٍ شَرِبْتُ عَلَى لَذَّةٍ                     وَأُخْرَى تَدَاوَيْتُ مِنْهَا بِهَا
Segelas khamer kutenggak dengan penuh lezatnya
Segelas lainnya kutenggak ‘tuk obati kecanduanku padanya
Kata penyair lain,
فَكَانَتْ دَوَائِي وَهْيَ دَائِي بِعَيْنِهِ
كَمَا يَتَدَاوَى شَارِبُ الْخَمْرِ بِالْخَمْرِ
Obatku adalah penyakit itu sendiri
Seperti pecandu khamer yang berobat dengan khamer lagi
Contoh lain, dosa pergaulan bebas dan ikhtilath (bercampur baurnya antara laki-laki dengan wanita yang bukan mahram dalam satu tempat) akan menyeret pada dosa lainnya. Sudah menjadi rahasia umum, berbagai kasus perselingkuhan dan tindak serong terjadi di kantor-kantor bermula dari masuknya kaum wanita ke dunia kerja bersama pria. Oleh karena itu Allah memerintahkan kaum wanita untuk tetap di rumah-rumah mereka kecuali ada keperluan yang dibenarkan oleh syariat untuk keluar rumah. Allah berfirman (yang artinya),
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS. al-Ahzab: 33)
Rasulullah juga bersabda,
المَرْأَةُ عَوْرَةٌ، فَإِذَا خَرَجَتْ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ
“Wanita itu aurat, apabila dia keluar (rumah) maka syaithan menghiasinya (agar laki-laki terfitnah dengannya).” (HR. at-Tirmidzi no. 1173)
Solusinya, segera bertobat dari dosa tersebut. Lalu bersabar di atas ketaatan kepada Sang Pencipta. Sebab, ketaatan juga akan melahirkan ketaatan berikutnya.
• Dosa melemahkan niat berbuat baik
Anda pernah merasakannya? Bahaya ini adalah bahaya yang paling ditakutkan. Sebab, bila niat baik itu sudah benar-benar hilang, pintu kebaikan sudah tertutup bagi dirinya. Jika niat untuk berbuat baik sudah hilang, ia akan berubah menjadi niat berbuat jelek. Niat untuk bertobat juga akan semakin lemah, hingga akhirnya sama sekali tidak ada. Ia benar-benar hilang dari hati secara totalitas. Separuh niat saja yang mati, tentu dia tidak akan bertobat kepada Allah. Dia hanya akan memperbanyak istighfar, tapi sekedar di lisan saja. Tobatnya tak ubahnya seperti pendusta. Lisan ber-istighfar namun hatinya masih tetap terikat dengan dosa. Bahkan, ia bertekad untuk mengulangi dosa kapan saja jika kesempatan itu ada.
Segera bertobat sebelum terlambat!
Apakah gejala-gejala di atas pernah Anda alami?
Jika pernah, mari bertobat sebelum terlambat, sebelum ancaman bahaya-bahaya di atas benar-benar menimpa kita.
Semoga pembahasan di atas bisa sebagai bahan evaluasi dan instropeksi diri! Wallahu a’lam. (Bersambung, insya Allah)


Doa Untuk Anak Dari Orang Tua Yang Mustajab


Sudah sewajarnya orang tua memberikan doa yang terbaik untuk anaknya. Siapa yang tidak ingin memiliki anak yang baik dan sesuai dengan keinginan si orang tuanya, tentu Anda pun menginginkan hal tersebut bukan. Di dalam agama Islam, baik orang tua, anak dan juga sanak saudara yang lainnya bisa saling mendoakan agar saling bisa memiliki hubungan yang baik dan juga mendoakan hal yang baik kepada orang tua, anak dan juga sanak saudara lainnya tersebut. Hal ini sudah diperintahkan pula oleh sang pencipta bahwa setiap manusia wajib mendoakan hal yang baik kepada sesamanya. Kali ini kita akan membahas mengenai doa orang tua kepada anaknya.
Anda tentunya sudah mengetahui bahwa doa adalah sebagai wujud dari harapan Anda kepada anak Anda yang disampaikan kepada sang pencipta, yang sewaktu-waktu berharap bisa dikabulkan oleh Allah SWT. Sang pencipta tidak pernah membatasi doa dan harapan orang tua terhadap anaknya selama itu adalah hal yang bersifat baik untuk anak tersebut. Doa untuk anak ini pun sudah berbagai macam dilontarkan dan sudah menjadi kebiasaan orang tua untuk mendoakan anaknya. Biasanya, sedari anak tersebut masih di dalam kandungan sekalipun, orang tua sudah mulai mendoakannya dengan berbagai macam harapan.
Doa agar anak tersebut sehat walafiat tanpa cacat sedikitpun ketika lahir di dunia, doa agar anak tersebut bisa menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya, doa agar anak tersebut bisa menjadi anak yang cerdas, dan lain sebagainya. Itu merupakan sebagian kecil dari doa orang tua terhadap anaknya yang bisa disebutkan. Jika disebutkan secara keseluruhan, akan ada beribu-ribu doa yang dipanjatkan dari orang tua kepada anaknya. Di bawah ini, terdapat 7 doa untuk anak yang sangat mujarab untuk Anda orang tua untuk bisa Anda lafalkan agar doa Anda bisa dikabulkan oleh Allah SWT. Adapun macam-macam doa tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Doa agar anaknya diberi perlindungan oleh sang pencipta
Siapa yang tidak menginginkan anaknya diberikan perlindungan oleh Sang Maha Kuasa. Dari mulai anak tersebut masih hidup di dalam kandungan sang ibu, pastilah orang tua mendoakannya agar anak tersebut diberi perlindungan agar dapat terus tumbuh hingga waktunya melihat dunia nantinya. Ketika sudah lahir pun, tak henti-hentinya orang tua memberikan doa agar anaknya bisa diberikan perlindungan oleh Allah SWT dalam menjalani hari-harinya di dunia ini. Seperti artinya yang berbunyi seperti lindungilah anakku dari perbuatan syaitan, binatang yang berbisa dan juga bencana lain. Kurang lebihnya memiliki arti seperti itu, niscaya ketika Anda melafalkan doa untuk anak tersebut, Allah akan mengabulkannya.
  1. Doa untuk anak agar rajin beribadah
Sudah sewajarnya dan suatu kewajiban seorang Muslim menjalankan ibadahnya dengan rajin tanpa ada alasan apapun. Ketika raga kita kuat menjalankan ibadah maka tidak ada alasan yang bisa membuat Anda untuk mangkir dari kewajiban ibadah Anda kepada sang pencipta. Begitu juga dengan anak Anda, sudah seharusnya Anda mengajarkan anak Anda mengenai tata cara beribadah sedari kecil. Hal ini dimaksudkan agar anak Anda bisa beribadah dengan taat. Selain itu ada pula Doa Yang Didengar yang bisa Anda panjatkan agar anak Anda bisa rajin beribadah yang berbunyi, Rabbi ajal’ni muqeema salaati, wa min dhurriyyati, rabbana wataqabbal duaa.
  1. Doa agar anaknya menjadi anak yang sholeh dan sholehah
Siapa yang tidak menginginkan memiliki anak yang sholeh dan sholehah? Tentu semua orang tua Muslim di dunia ini pun inginkan hal tersebut. Selain Anda mengajarkan nilai-nilai agama sedari kecil, Anda juga bisa mengajarkan hal-hal yang baik dan buruk sedari kecil juga, mengajarkan tata krama, dan juga sopan santun. Niscaya anak Anda akan bisa menempatkan diri dan menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Selain itu Anda bisa membaca doa untuk anak agar bisa menjadi anak sholeh dan sholehah.
  1. Doa untuk anak agar beriman dan bertaqwa
Tidak jauh berbeda dengan sholeh dan sholehah yang baru saja disinggung pada point di atas. Point kali ini pun mengenai masalah ibadah dan juga ketaqwaannya kepada sang pencipta. Anda harus ekstra mengajarkan anak Anda mengenai agama dan juga iman kepadanya. Anda bisa melafalkan doa agar anak Anda beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Anda bisa membaca surat Al-Furqan ayat 74 agar Anda bisa mendoakan anak Anda agar bisa menjadi anak yang beriman dan bertaqwa.
  1. Doa untuk anak bisa menjadi rajin belajar
Memiliki anak yang cerdas dan juga pintar dalam akademisnya, pasti suatu kebanggaan tersendiri oleh orang tuanya. Ada berbagai macam cara oleh orang tua agar anaknya bisa menjadi anak yang pintar dan juga rajib dalam belajar. Seperti memasukkannya pada sekolah favorit, mengikutkannya les privat atau di bimbingan belajar, dan lain sebagainya. Namun Anda juga tidak boleh melupakan doa untuk anak agar bisa rajin belajar. Anda bisa membaca doa ini ketika setelah sholat fardhu sebanyak 3 kali dan sebanyak 27 kali setelah Sholat Tahajud. Niscaya dengan usaha dan doa yang seimbang maka Allah akan mengabulkannya dengan cepat.
  1. Doa agar anaknya menjadi pribadi yang lebih baik
Biasanya Doa ini dilafalkan ketika anaknya sudah mulai beranjak memiliki usia yang cukup. Seperti anaknya sudah menginjak bangku SMP dan SMA, tingkat kekhawatiran orang tua semakin meningkat di tambah dengan pergaulan anak jaman sekarang sudah mulai tidak bisa dikontrol lagi. Salah satu caranya adalah dengan memanjatkan doa untuk anak agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Memohon agar anak Anda bisa terhindar dari godaan syaitan yang bisa menjerumuskan anak Anda dari perbuatan yang tidak baik.
  1. Doa untuk anak yang sedang sakit
Tidak ada satu pun orang tua di dunia ini yang tega melihat anaknya terbaring lemah karena sakit. Bahkan tidak sedikit orang tua yang rela menggantikan anaknya agar bisa melihat anaknya sehat dan ceria kembali. Namun hal tersebut tidaklah mungkin, Anda harus berusaha bagaimana caranya agar anak Anda bisa segera sembuh. Salah satunya adalah dengan membacakan doa untuk anak yang sedang sakit agar diambil rasa sakitnya dan diganti dengan kesehatan.
Itulah beberapa doa untuk anak yang bisa Anda bacakan untuk anak Anda. Banyak sekali manfaat dan jenis dari doa tersebut yang sangat berguna baik untuk anak Anda dan juga Anda. Sebab, kebahagiaan anak adalah kebahagiaan orang tua. Yang terpenting adalah Anda harus menjalankan kewajiban Anda sebagai Muslim agar dapat dicontoh dengan baik oleh anak Anda. Selain itu, waktu yang paling baik untuk Anda bisa membacakan doa untuk anak Anda adalah ketika setelah Anda melaksanakan Sholat Fardhu. Anda bisa membacakannya pada waktu tersebut agar bisa dikabulkan oleh Sang Pencipta.
Copyright © 2016 Web Berita Islam.

INI ALASANNYA,KENAPA DALAM ISLAM PACARAN DILARANG


Dua atau tiga tahun lalu, tepatnya tahun 2012, peneliti University of St. Andrews di Inggris mengungkapkan sebuah hasil penelitian bahwa ketika fisik perempuan tersentuh oleh pria, suhu kulit tubuh perempuan akan meningkat, khususnya di bagian wajah dan dada.

Riset berjudul “The Touch of a Man Makes Women Hot” dan dipublikasikan di LiveScience, 29 Mei 2012 itu menunjukkan, sentuhan dari pria terbukti mampu membakar gairah seks wanita.

“Perempuan menunjukkan peningkatan suhu ketika mereka terlibat dalam kontak sosial dengan laki-laki,” ungkap salah satu peneliti dari University of St. Andrews, Amanda Hahn.

Hasil riset menemukan, wajah biasanya akan memanas ketika kita sedang mengalami tekanan (stres), takut, atau marah. Emosi lain juga memengaruhi perubahan suhu tubuh.

Peneliti, melakukan eksperimen terhadap sejumlah laki-laki dan perempuan di Inggris. Mereka dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diberi rangsangan dengan memperlihatkan foto perempuan heteroseksual, sambil diberi sentuhan pada beberapa bagian tubuh seperti lengan, telapak tangan, wajah, dan dada, dengan menggunakan sinar probe. Sedangkan pada kelompok lain, responden mendapat sentuhan nyata dari pasangan (sebagai experimenter) pada bagian tubuh yang sama.

Ketika merasakan sentuhan tersebut, perempuan akan mengalami peningkatan suhu kulit sampai 10 derajat Celcius. Efeknya dianggap tidak cukup besar, karena bagian tubuh yang disentuh hanya lengan atau telapak tangan (bagian dada dan wajah paling banyak mengalami perubahan). Lonjakan suhu menjadi tiga kali lebih besar ketika experimenter-nya pria.

Namun ketika pria menyentuh bagian dada dari wanita, suhu tubuhnya meningkat lebih panas 0,3 derajat Celsius. Perubahan suhu terbesar terjadi pada wajah.

Namun, tim peneliti tidak dapat mengatakan apakah perubahan tersebut dapat ditangkap dengan jelas oleh mata telanjang, atau apakah hal itu dapat terdeteksi dengan sentuhan.

Bagi pasangan lelaki dan perempuan yang sedang pacaran atau bertunangan, inilah alasan dan sebab mengapa Anda tak perlu bersentuhan dengan bukan mahram.

Islam melarang berpacaran, berpelukan dan bersentuhan dengan lawan jenis sebelum menikah karena sentuhan melahirkan gerakan otak, kemaluan dan nafsu. Ini sesuai dengan pesan agama Islam dimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ

“Sekali-kali tidak boleh seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali wanita itu bersama mahramnya.” (HR. Al-Bukhari no. 1862 dan Muslim no. 3259).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat’”.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, :

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

"Tidak pernah aku tinggalkan fitnah yang lebih berbahaya terhadap kaum pria daripada fitnah para wanita".[HR Al-Bukhari no 5096]

Setelah tahu bahaya bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram, sebaiknya memilih menikah saja, bukan pacaran.